
Steve Jobs melihat peluang di pasaran dengan cara memenuhi permintaan yang tinggi, ia membuat masalah dengan menjual solusinya. Pada tahun 2007, strategi Steve Jobs pertama kali meluncurkan produk iPhone, harapannya produk tersebut akan mengganti industri telepon genggam dan memenuhi minat pasar. Itu merupakan bentuk dari diferensiasi produk.
Bagaimana sih cara Steve Jobs membuat dan memasarkan produknya?
- Membuat Ekspektasi
Dengan ekspektasi, Steve Jobs membuat kesempatan untuk bisa dihancurkan atau dikalahkan, sehingga dengan itu ia bisa tahu cara mengontrolnya. Steve Jobs juga bisa mengendalikan keinginannya untuk membuat ide-ide baru.
- Membuat persiapan untuk momen yang mengesankan
Steve Jobs membuat ekspektasi tersebut menjadi momen yang mengesankan. Kebanyakan orang, akan berekspektasi jika satu telefon genggam hanya akan memiliki satu fungsi di dalamnya. Orang-orang juga akan berekspektasi 3 fungsi dalam 3 produk yang berbeda, padahal Steve Jobs bisa membuatnya dalam satu produk yang utuh, dengan fungsi yang berbeda-beda. Fungsi yang pertama adalah telepon, yang kedua adalah mendengarkan lagu, dan yang terakhir adalah internet. Orang-orang memiliki pandangan dan respons yang berbeda-beda saat Steve Jobs mengenalkan produk iPhone.
- Membuat momen yang mengesankan
Apakah momen yang mengesankan dari Steve Jobs?
- Ia menciptakan momen yang besar dan berkesan.
- Ia menciptakan momen yang tidak terduga.
- Ia menciptakan momen yang tidak bisa dilupakan.
- Membuat alasan “Kenapa”
Alasan diciptakannya Apple adalah karena telepon hanya memiliki fungsi yang terbatas. Sehingga, Steve Jobs selalu meningkatkan kualitas pada produknya, agar terus berkembang dan tidak tertinggal oleh zaman. Maka dari itu, iPhone bisa menjadi yang terbaik dari yang terbaik.
- Membuat “masalah”
Kebanyakan orang hanya berfokus pada masalah, termasuk Steve Jobs. Steve Jobs dengan sengaja menciptakan masalah yang tidak diketahui sebelumnya oleh para hadirin. Masalah pada produk Apple adalah adanya keyboard pada layar. Sedangkan, musuh apple adalah pada keyboard, merek apapun yang menggunakan keyboard.
- Menyiapkan solusi dan perbedaan
Dengan menciptakan masalah, Steve Jobs bisa membuat solusi baru. Solusi ini bisa digunakan untuk berkompetisi di pasaran. Solusi yang ditemukan oleh Steve Jobs adalah iPhone yang sekarang menjadi populer di seluruh kalangan masyarakat. Perbedaan iPhone dengan merek lain adalah tidak ada keyboardnya, hanya layar dan berfokus pada layar.
- Komunikasikan perbedaan
Diferensiasi akan sukses jika saling menerima persepsi yang berbeda antar satu sama lain. Steve Jobs bisa memanfaatkan tidak adanya keyboard terpisah pada iPhone dan menjadikan suatu kelebihan dari produk tersebut. Telepon lain menggunakan keyboard sebagai kelebihan untuk berkomunikasi, sedangkan iPhone menganggap lebih efektif mengetik langsung pada layar.
- Menjawab “bagaimana caranya”
Bagaimana caranya ada teknologi-teknologi baru? Caranya dengan memberikan bukti dan kepercayaan pada pelanggan. Caranya dengan menggunakan Multi-Touch Teknologi.
- Keuntungan saat menjadi berbeda dari yang lain
Tidak semua diferensiasi memiliki dampak yang baik, tapi pada kasus ini, diferensiasi memiliki dampak yang begitu besar. Membuat iPhone memiliki keunikan sendiri, tidak menggunakan keyboard, ketikan yang lebih akurat, mengabaikan sentuhan yang tidak perlu, dan memiliki keaslian maupun hak paten.
Berdasarkan pengalaman Steve Jobs, diferensiasi bisa berhasil jika kita yakin dan juga memiliki solusi saat datangnya masalah. Konsumen bisa didapatkan jika kita konsisten dengan produk yang kita buat, selalu meningkatkan kualitas produk, dan bisa membaca peluang maupun permintaan pasar.
