
Kalian sudah pada tahu belum, katanya bulan Agustus ini bakalan banyak harga yang dinaikkan. Salah satunya yaitu mie instan. Harga mie instan dikabarkan akan naik tiga kali lipat yang saat ini menjadi perhatian masyarakat. Dikutip dari situs resmi Alfamart di Instagram dan website, terpantau harga mie instan merek Indomie dengan ukuran 70 gram harganya Rp.3.000 per bungkus. Jika nantinya harga mie instan naik tiga kali lipat, maka harga Indomie dengan ukuran tersebut bisa mencapai Rp.9.000 per bungkus. Adapun merek lain seperti Mie Sedaap ukuran 90 gram harganya Rp.3.100 per bungkus, jika mengalami kenaikan tiga kali lipat, maka bisa menembus Rp.9.500 per bungkus. Sedangkan untuk mie instan merek Samyang dengan ukuran 140 gram terpantau di harga Rp.19.900 per bungkus. Namun jika dinaikkan tiga kali lipat maka bisa tembus dengan harga Rp.59.700 per bungkus. Tentu harga-harga prediksi jika ada kenaikan tiga kali lipat itu akan membuat masyarakat terkejut. Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melihat adanya dampak perang antara Rusia – Ukraina terhadap rantai pasok bahan makanan ke Indonesia. Di mana saat ini pasokan gandum Ukraina yang menjadi bahan baku pembuatan mie instan mengalami masalah. Dia menyebut terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara. Ia juga menambahkan kalau ketersediaan gandum dunia sebetulnya ada, namun adanya konflik global yang membuat masalah pada rantai pasok menjadi mahal.
Selain mie instan, harga tarif ojek online juga akan dinaikkan. Aturan tarif ojek online tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Penyedia layanan ojek online yakni Grab, juga turut bersuara. Director of Central Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy mengatakan, pihaknya akan senantiasa mematuhi peraturan pemerintah yang berlaku dan mendukung segala upaya pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian pasca pandemi Covid-19. Pihaknya hingga saat ini sedang berdiskusi lebih lanjut mengenai tarif ojek online ini, serta dampaknya terhadap ratusan ribu mitra pengemudi yang menggantungkan nafkahnya dalam platform Grab. Menanggapi hal tersebut, SVP Corporate Affairs Gojek Rubi W. Purnomo juga mengaku pihaknya telah menerima pemberitahuan tersebut dan pihaknya pun akan mematuhi seluruh peraturan dan turut mendukung pemerintah dalam menjaga iklim industri yang sehat.
Selain itu, pertamina diketahui menaikkan harga dari Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yaitu Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Harga tersebut mulai aktif di masyarakat per tanggal 3 Agustus 2022. Sedangkan untuk BBM Pertamax dan Pertalite masih dengan harga yang sama dengan masing-masing harga yaitu Rp 12.500 dan 7.650 untuk setiap liternya. alasan dari Pertamina menaikkan harga untuk BBM non subsidi untuk penyesuaian harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP). Harga minyak mentah Indonesia diketahui per Juli 2022 mencapai USD 106 per barrel masih lebih tinggi dari awal tahun lalu. Pertamina sendiri diketahui baru saja membuat kebijakan dengan pemakaian aplikasi MyPertamina, hal ini dilakukan agar BBM subsidi tepat sasaran. Banyak masyarakat yang tidak setuju akan hal ini, semoga saja jika harganya naik tidak terlalu mahal dan pemerintah bisa menangani ini secepatnya.
