
Akhir-akhir ini di sosial media maupun di Televisi sedang ramai membahas tentang Citayam Fashion Week (CFW) hingga Baim Wong dan Paula Verhoeven mendaftarkan Citayam Fashion Week menjadi sebuah brand ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham. Sayangnya, niat baik Baim Wong dan Paula itu justru menuai komentar negatif dari netizen di jagat maya. Banyak netizen yang menghujat karena menganggap Baim dan Paula berencana memanfaatkan fenomena Citayam Fashion Week sebagai ladang uang. Baim dengan lantang berujar bahwa Citayam Fashion Week bukan milik pribadinya. Ia justru ingin Citayam Fashion Week tidak hanya menjadi fenomena yang akan hilang begitu saja. Selain itu, Baim Wong juga berujar bahwa kepedulian Paula terhadap gerakan dunia fashion menjadi alasan utama pendaftaran Citayam Fashion Week sebagai sebuah brand.
Paula sangat bahagia karena banyak orang yang mulai peduli dengan dunia fashion tanpa mempedulikan merek dan harga. Baim lantas berujar bahwa salah satu cara agar budaya ini tidak punah begitu saja adalah dengan mendaftarkannya sebagai suatu brand. Baim sama sekali tidak mempedulikan uang yang akan dihasilkan dari pendaftaran Citayam Fashion Week sebagai sebuah brand. Hal yang terpenting bagi Baim saat ini adalah bergerak sebagai pelopor dalam membudidayakan tren dan kecintaan anak muda terhadap fashion. Padahal Baim sadar betul bahwa hal tersebut tentu juga akan mengeluarkan biaya yang tak sedikit.
Kalau kamu belum tahu apa itu Citayam Fashion Week, mari kita bahas sedikit. Citayam Fashion Week (CFW) adalah sebuah street fashion yang dilakukan oleh anak-anak remaja di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD). Para ABG yang berada di lokasi banyak yang menggunakan pakaian dengan model dan merk tertentu. Mereka saling beradu gaya dan mengaku menjadi paling keren dalam ajang fashion yang diselenggarakan ini. Tak jarang aksi saling ledek pun banyak terjadi antara mereka. Citayam Fashion Week dapat dijumpai di kawasan jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di Stasiun MRT BNI Dukuh Atas dan Terowongan Kendal. Daerah ini memang terletak di antara perbatasan Kota Depok dan Kabupaten Bogor.
Secara administratif, Citayam termasuk ke kawasan Kabupaten Bogor. Kawasan tersebut dipilih sebagai tempat pamer gaya fashion karena memang dikenal memiliki lanskap yang ramah pejalan kaki. Fenomena ini awalnya muncul ketika ada banyak konten video di media sosial khususnya TikTok yang menampilkan beberapa wawancara suatu akun dengan para anak muda yang tengah asyik nongkrong dan berkumpul dengan teman-temannya di sekitaran Sudirman. Mereka mengaku berduyun-duyun pergi ke Jakarta Pusat untuk sekedar bermain, bersantai dan bersosialisasi. Selain itu, sekelompok anak muda tersebut juga mencari pasangan melalui ajang Citayam Fashion Week ini.
Citayam Fashion Week semakin viral ketika ada sekumpulan anak remaja yang melakukan fashion show di Zebra Cross dengan ditonton oleh puluhan bahkan mungkin ratusan orang di sana. Kemudian mereka mengunggah video tersebut ke sosial media khususnya TikTok hingga banyak selebgram dan artis berdatangan ke Sudirman untuk ikut memeriahkan dan melakukan fashion show.
Jadi, bagaimana menurut pendapat kamu mengenai Citayam Fashion Week yang didaftarkan ke HAKI? Kalau menurut pendapat mimin yaa seharusnya Citayam Fashion Week ini menjadi ciri khas anak-anak SCBD saja, bukannya malah saling adu cepat mengambil hak milik oleh satu orang. HAKI itu dibuat untuk melindungi kreator agar pekerja kreatif bisa sejahtera karena ide dan karya mereka sendiri.
