Kenapa sih UNIQLO Sering Kolaborasi dengan Anime?

Sobat, kalo beli baju suka dimana nih? Kalian pasti sudah gak asing lagi kan sama brand baju yang punya logo warna merah dari Jepang itu lho! Yap betul banget! UNIQLO. Perusahaan Jepang di bidang perencanaan produk, produksi, distribusi pakaian kasual. Kantor pusat UNIQLO berada di Sayama, Kota Yamaguchi, Prefektur Yamaguchi. Selain memproduksi pakaian kasual, UNIQLO juga memproduksi pakaian olahraga seperti tenis dan golf.

Nama UNIQLO berasal dari nama toko pertama bernama Unique Clothing Warehouse yang dibuka Tadashi Yanai di Kota Hiroshima, Prefektur Hiroshima pada 2 Juni 1984. UNIQLO menyebut model bisnisnya sebagai SPA (Specialty store retailer of Private label Apparel) atau toko pengecer khusus untuk pakaian merek sendiri. Semua tahap dalam bisnis dikelola sendiri oleh perusahaan ini, mulai dari desain, produksi, sampai kepada penjualan.

Di Indonesia,UNIQLO pertama kali dibuka pada tanggal 22 Juni 2013 dengan toko pertamanya di Lotte Mall Ciputra World 1, Jakarta Selatan. Dari produk-produk UNIQLO paling suka sama yang mana nih? Kemeja? Kaos? Aksesoris? atau Jaketnya? Brand Image yang dibangun oleh UNIQLO adalah non-disposable clothing. Alias bajunya bukan sekali pakai saja. Kualitas dan desainnya sengaja dibikin tak lekang dimakan usia. Dalam dunia brand, kolaborasi lintas atau cross brand udah jadi hal yang biasa. Bahkan, makin cross, makin mudah mencuri perhatian netizen. Makin diluar nalar makin banyak peminatnya.

UNIQLO dengan strategi yang keren, yaitu berkolaborasi sama komunitas wibu, serta membuat desain khusus edisi anime. Dari banyaknya brand yang bisa diajak kolaborasi, UNIQLO lebih milih kolaborasi dengan anime-anime. Emang seberapa besar potensi komunitas wibu buat memenangkan persaingan pasar?

Jujutsu Kaisen jadi salah satu dari banyaknya anime yang pernah kolaborasi bareng UNIQLO. Kenapa sih UNIQLO milih kolaborasi bareng anime? Ternyata ada 2 alasannya lho! UNIQLO dengan konsisten membuat baju-baju berkolaborasi dengan anime.

  1. Pasar potensial yang nyumbang omset terbesar UNIQLO sekarang adalah Gen Y (Millenial). Usia dengan daya beli tinggi, berpenghasilan sendiri, fomo, dan sosial media banget. Selain itu, kolaborasi sama tokoh anime favorit juga bisa me-recall alias menyentuh ingatan para gen Y akan memori masa kecilnya. Kekuatan emosi inilah yang dipakai UNIQLO buat narik perhatian dan daya beli konsumen mereka. Akhirnya timbullah “Efek Afektif” yang ngasih pengaruh buat konsumen ngelakuin sesuatu, yaitu melakukan transaksi pembelian.
  2. Lavarge pasar ASIA. Bisa ditebak kalo ini, ibaratnya kayak UNIQLO langsung dapat 2 mangsa dengan sekali umpan. Pertama, konsumen yang emang udah jadi konsumen loyalnya, kedua adalah para wibu khususnya fansnya Jujutsu Kaisen. Kolaborasi yang cukup cerdas buat menarik ke konsumen. Kenapa? UNIQLO mengetahui jelas target marketnya yang akan disasar.

UNIQLO juga pernah kolaborasi dengan anime Demon Slayer, Chainsaw Man, Attack Of Titan, dan Hunter X Hunter lho! UNIQLO UT gak pernah berhenti buat nambah koleksi terbarunya bareng anime-anime terkenal. Gimana nih sobat, ternyata dengan kolaborasi sama anime, UNIQLO malah dapat menjangkau target pasarnya dengan mudah menggunakan strategi yang menarik.

Jangan-jangan sobat jadi salah satu orang yang ikutan beli baju UNIQLO X Anime ini? Coba sharing sama kita dong! Atau sobat mau nanya-nanya tentang branding sama kita juga boleh banget ya! Langsung aja DM ke Instagram kita @yumakaid atau kesini https://www.instagram.com/yumakaid/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate ยป