
Kalian para wanita pasti sudah tidak asing dengan namanya kosmetik ataupun make up.
Make up memiliki fungsinya masing-masing, misalnya untuk di mata, disebut dengan eye shadow, berfungsi untuk menonjolkan bagian mata agar menarik untuk dipandang, begitupun yang lainnya. Setiap make up pasti memiliki fungsi dan brand yang berbeda. Salah satu brand ternama di Indonesia yaitu Revlon, sudah sangat sering digunakan karena kualitasnya yang tidak bisa diragukan lagi. Revlon memiliki berbagai macam produk mulai dari bedak, lipstick, maskara, foundation, kutek, pensil alis, dan berbagai kebutuhan wanita lainnya.
Namun, akhir-akhir ini banyak diberitakan bahwa Revlon mengalami kebangkrutan. Kira-kira kenapa ya? Mungkin peminat yang berkurang, atau kualitas produk menurun? Mari kita cari tahu alasan Revlon bisa mengalami kebangkrutan.
Revlon berdiri tahun 1932 oleh Charles Revson bersama saudaranya Joseph dan pakar kimia Charles Lachman. Mengawali produk pertamanya dengan enamel kuku yang dijual di departemen store dan toko obat. Akan tetapi kabar mengejutkan datang, yaitu Revlon melayangkan permohonan bangkrut pada Rabu (15/6) malam waktu setempat usai terlilit hutang hingga 31,3 USD Miliar atau setara dengan 49 Triliun. Permohonan ini adalah sebuah proses hukum yang dapat mengizinkan sebuah perusahaan untuk terus beroperasi, sambil mencari jalan keluar untuk membayar hutang. Mengutip dari CNN, permohonan bangkrut ini dikarenakan oleh gangguan rantai pasok serta inflasi. Revlon pun akan menerima bantuan dana sebesar 757 USD juta untuk membantu berjalannya operasional sehari-hari. Sayangnya setelah tahun 1990 an Revlon mengalami kemunduran salah satu faktornya adalah kemunculan pesaing yang mulai menyemarakkan dunia makeup di Amerika Serikat pada 1980-an. Namun Revlon tetap mencoba untuk bangkit dalam meningkatkan penjualan, upaya itu sempat berhasil pada tahun 2016, sayangnya, kemunculan brand besar lainnya membuat Revlon kembali menurun, contoh brand ternama lainnya adalah Kylie Cosmetics, Fenty Beauty, dan Maybelline.
Persaingan saat pandemi Covid-19 pun memperburuk situasi. Pembatasan kegiatan dan pemakaian masker membuat kepopuleran makeup menurun. Kekurangan bahan baku dan meningkatnya harga bahan baku juga membuat Revlon kesulitan. Hingga akhirnya melayangkan permohonan bangkrut. Pesaing Revlon yaitu Maybelline memiliki inovasi yang bagus yaitu, ketika masa pandemi, Maybelline dan LEMON Influencer bekerjasama untuk mensukseskan social media marketing #OnFleekDirumah, meningkatkan penjualan, dan mempromosikan varian produk-produk dari Maybelline, salah satu strategi yang dilakukan oleh Maybelline adalah Social Media Marketing dan Influencer Marketing. Dalam campaign ini, Maybelline dan LEMON Influencer melibatkan 71 Influencers untuk aktivasi campaign di Instagram. Dengan menggunakan jasa influencer, para konsumen akan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan serta meningkatkan minat audiens untuk menggunakan serta membeli produk dari Maybelline. Sementara Revlon membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengembangkan produk baru sehingga biayanya tinggi. Charles Revson mengakui, perusahaannya belajar dari peluncuran produk baru selebriti agar lebih efektif dan efisien. Salah satunya dengan memotong waktu berbulan-bulan untuk mengembangkan produk baru.
Kolaborasi dan inovasi sangat penting bagi peningkatan penjualan, maka dari itu Revlon seharusnya melakukan inovasi terus menerus agar tidak kalah saing dari kompetitor lainnya. Selain itu, dengan melakukan kolaborasi kita juga memperoleh berbagai manfaat yang bisa didapat. Melalui kolaborasi, dua usaha berbeda dapat melengkapi kelemahan satu sama lain, sehingga kinerjanya dapat lebih efektif dan efisien. Kolaborasi tidak harus dengan brand besar atau selebriti terkenal, jika ada satu usaha yang memiliki proses produksi yang bagus, meski bukan brand besar maka jangan ragu untuk berkolaborasi. Perlu diperhatikan juga, kalau kolaborasi tidak boleh dilakukan terlalu sering karena punya pengaruh kurang baik terhadap image usaha.
Bagi sobat yang suka make up, sebutin dong make up yang paling sering sobat gunakan sehari-hari, komen di bawah atau DM ke instagram @yumakaid https://www.instagram.com/yumakaid/
