Marketing Holywings Kena Batunya!

Sumber : google.com

Holywings saat ini ramai diperbincangkan di media sosial. Karena apa sih?!!!

Holywings merupakan bisnis usaha yang bergerak di bidang food and beverage tepatnya club, bar, dan restoran. Kamu sudah tahu apa kasusnya? Ya, kasusnya yaitu Hollywings memberikan promosi berupa diskon dengan menggunakan nama Muhammad dan Maria. Dengan syarat, siapa saja pelanggan yang bernama Muhammad dan Maria, maka akan mendapatkan minuman alkohol secara gratis dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Hal itu biasa? Tidak lah, sangat jelas hal itu membuat umat Islam dan umat Kristiani kecewa dan marah terhadap Holywings. Tak berselang lama setelah promosi itu diunggah, promo minuman keras gratis itu dihapus. Meskipun promo itu sudah dihapus dan manajemen Holywings mengajukan permintaan maaf, masyarakat tetap mendesak kepolisian untuk turun tangan karena postingan tersebut dianggap menistakan agama. Atas promosi kontroversial itu, enam orang karyawan Holywings ditangkap di kantor pusat Holywings di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, lalu mereka ditetapkan sebagai tersangka.

Holywings pernah melanggar peraturan yang ditetapkan pemerintah saat masa PPKM. Pada Juni 2020, tampak pengunjung menikmati iringan musik dari salah satu grup band tanpa ada jaga jarak atau social distancing. Selanjutnya Holywings melanggar jam operasional pada 28 Maret dan 5 September 2021. Manager Holywings Yuli Setiawan mengatakan, bisnis mereka sudah tumbang karena hampir semua outlet di Indonesia ditutup karena izin usahanya bermasalah. Ternyata lumayan banyak banget yaa kasusnya.

Dari kasus Holywings Indonesia mengenai promo gratis minuman keras yang khusus untuk pelanggan yang bernama Muhammad dan Maria, dapat disimpulkan bahwa komunikasi di lingkungan internal itu sangat penting bagi sebuah manajemen. Ketika mau mengadakan sebuah gimmick promosi, pertimbangkan terlebih dahulu segalanya dan diskusikan bersama pihak manajemen tersebut. Jangan sampai merugikan pihak manapun dan hindarilah isu yang sensitif dalam materi promosi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »