Ini Alasan Startup Gak Lagi Bakar Uang!

Apakah kamu pernah mendengar perusahaan Gelembung dot-com? Jika belum, mari simak pembahasan berikut ini. Gelembung dot-com adalah masa di mana perusahaan berbasis internet sangat menarik minat investor sehingga memiliki nilai saham yang cukup tinggi. Terjadi pada tahun 1998-2000an di Amerika Serikat, ketika internet sedang dalam masa puncak ketenarannya dan makin sering digunakan oleh berbagai kalangan. Dari situ, banyak perusahaan baru yang muncul dan menjadikan internet sebagai penggerak utamanya yang disebut dengan startup.

Hal itu memicu persaingan yang sangat ketat. Setiap startup, belum berusaha menjual produk atau layanannya. Melainkan lebih fokus untuk dikenal oleh banyak orang terlebih dahulu. Dengan harapan, semakin dikenalnya startup, semakin banyak pelanggannya di kemudian hari. Akan tetapi ternyata, persaingan marketing ini menyebabkan banyak startup yang tidak bisa mengatur keuangan dengan baik, tidak mendapatkan profit, dan akhirnya gulung tikar. Tingginya persaingan startup saat itu dan bangkrutnya banyak startup diibaratkan dengan pecahnya gelembung dot-com tersebut. 

Kemudian, apakah kalian juga pernah mendengar bahwa perusahaan startup membakar uangnya untuk mendirikan perusahaan? Kira-kira bakar uang disini maksudnya apa ya? Ga mungkin dong benar-benar menggunakan api. Istilah bakar uang disini maksudnya menggunakan modal untuk membiayai segala aktivitas termasuk pemasaran di perusahaan. Bakar uang atau bisa disebut dengan burn rate sebenarnya hanya akan membuat laporan keuangan semakin membengkak, karena belum tentu  akan mendapatkan hasil yang seimbang dengan pengeluaran. Dilansir dari CB insight, sebanyak 29% start up gagal meraup keuntungan dari membakar uang. Tentunya karena terlalu banyak modal yang digunakan sehingga modal tersebut habis. Pastinya hal tersebut membuat startup tidak mau lagi untuk menggunakan modal yang berlebihan.

Memang disisi lain, bakar uang ini bisa menguntungkan bagi startup, sayangnya tidak semua startup bisa mengembalikan modal yang telah mereka pakai sebelumnya. Dikarenakan banyaknya kegagalan yang dilakukan selagi membakar uang, startup memutuskan untuk tidak membakar uangnya lagi atau menghabiskan modalnya. Sebenarnya ada banyak faktor saat startup mengalami kegagalan, bisa jadi karena faktor produk yang dihasilkannya tidak diterima oleh pasar. Jadi, bagaimanapun startup membakar uang, keuntungannya tidak akan pernah sebanding. Platform aggregator layoffs.fyi melaporkan, lebih dari 15 ribu pekerja teknologi atau startup mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK. Katadata.co.id mencatat, setidaknya ada enam startup yang telah menjalankan strategi merger sejak awal 2022 yaitu, Chilibeli, Zenius, Yummy Corp, Sirclo, Rukita, dan Merger Webtrace dan TractorHub.

Jadi, bagaimana caranya agar startup tetap merasakan keuntungan dan bertahan dalam industri ini? Seperti kebanyakan orang, sebelum melakukan kegiatan, kamu harus memiliki perencanaan yang matang terlebih dahulu. Nah, perencanaan yang optimal akan membantu kamu untuk menghadapi masa yang akan datang dan bisa mengantisipasi banyaknya kejadian yang tidak terduga. Kemudian, kamu harus bisa mengikuti pasar, atau mengikuti perubahan konsumen. Kamu harus memiliki perencanaan yang matang sehingga jika ada perubahan untuk produk dan jasamu, kamu tidak akan sulit untuk bertahan. Kamu bisa mengikuti tren atau sesuatu yang sedang diminati. Pastikan kamu selalu memiliki ide lain untuk mengantisipasi segala hal yang akan terjadi dikemudian hari. Jangan lupa, kamu juga harus mengedepankan pelayanan konsumen, kamu harus memiliki image baik di depan konsumen dan juga memberikan informasi terkini tentang produk dan jasa yang kamu jual. Kamu harus selalu berinovasi, agar produk dan jasa yang kamu jual tidak ketinggalan zaman.

Startup-mu tentunya memiliki tim untuk mengembangkan bisnismu, kamu harus memiliki tim yang cerdas, produktif, dan juga kompeten. Jika ingin startup-mu semakin berkembang, jangan lupakan relasi. Sebelum kamu memutuskan ingin bekerja sama dengan siapa, kamu harus mengidentifikasi serta riset terlebih dahulu, mitra mana yang cocok dan tepat untuk bisnismu. Jangan lupakan dana yang kamu keluarkan saat kamu berbisnis, kamu harus mengelolanya dengan baik, agar perusahaan tetap bisa bertahan dan semakin berkembang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »