Optika Lunett – “How To FYP and Viral”

Cara FYP dan viral ala Optika Lunett
Sumber: Google.com

Optika Lunett seringkali lewat FYP maupun sosmed sobat? Pernah lihat kontennya yang viral? Kontennya banyak yang FYP dan dibicarakan banyak orang. Kira-kira kenapa bisa ya? Terus kok beda sama konten kita? Kenapasih ga pernah viral atau FYP? Permasalahan ini juga masih sering mimin rasakan, yuk kita belajar bareng!! Apa saja ya yang harus dilakukan? 

Pertama, anthropomorphic marketing, yaitu teknik marketing untuk bisa memanusiakan brand, dengan cara mencari Brand Ambassador yang sesuai dengan visi misi brand atau bisa juga menciptakan karakter baru. Contohnya adalah Michael Jordan sebagai Muse Nike Air Jordan, pernah dibahas di film “Air.” Jika di Optika Lunett kita bisa melihat karakter karyawan, dengan gaji pas-pasan, sukanya self reward, dan hidup sederhana dengan naik angkutan umum. Kita bisa melihat produk-produknya pada setiap video Optika Lunett, padahal isi videonya tidak membahas tentang kacamata sama sekali.

Kedua, durasi pendek, kalau bisa maksimal 20 detik. Pada video Optika Lunett durasi maksimalnya adalah 15 detik. Dengan durasi pendek tersebut, Optika Lunett memaksimalkan isi konten dan berhasil meraih kurang lebih 5.000 views disetiap videonya. Durasi pendek lebih efektif dalam menyampaikan pesan dalam video.

Ketiga, nische content, perlunya menentukan target audience agar kontenmu tepat sasaran dan berhasil memberikan awareness kepada khalayak banyak. Sering kali kita ingin menyampaikan konten kepada banyak orang agar target pemasaran cepat tercapai, padahal belum tentu efektif. Bagaimana cara menentukan target audience? Tentunya dengan try and error dan riset konten. Banyak tipe konten yang bisa digunakan untuk menunjang produkmu, salah satunya dengan tipe yang digunakan oleh Optika Lunett, yaitu menargetkan anak-anak milenial dan gen z yang merasakan hal yang sama. Dengan begitu, Optika Lunett bisa meriset hal apa saja yang dialami oleh para milenial dan gen z di masa sekarang.

Dari ketiga hal di atas, menurut sobat mana sih yang tricky? Kaya susah susah gampang gitu? Menurut mimin tiga hal di atas bener-bener tricky karena kita harus riset, analisis, try and error berkali-kali. Meskipun kita belum nemu ketiga hal di atas, at least kita mencoba menerapkan dalam setiap konten yang kita buat. Nanti juga kalau sudah banyak try and error, pasti nemu yang sesuai. Belajar bareng yuk, DM @yumakaid atau kesini https://www.instagram.com/yumakaid/ aja. Siapa tau abis kita belajar bareng, konten kita bisa FYP barengan yakan?!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »