
Siapa sih yang ga kenal brand Uniqlo? Fashion No. 1 di Indonesia bahkan di Asia Tenggara? Dengan penjualan sebesar 60% dari total keseluruhan salesnya. Namun, kenapa brand Uniqlo di Amerika tidak sesukses di Asia Tenggara? Bahkan di Amerika hanya ada 44 toko, apakah karena harganya? Perbedaan selera? Kira-kira apa penyebabnya yaa??? Kita bahas bersama yuk, perbedaan strategi di Asia Tenggara dan di Amerika.
- Selera Pelanggan
Uniqlo memiliki khas fashion Jepang yang memiliki daya tarik tersendiri, yaitu menggabungkan potongan longgar seperti baju samurai. Produk Uniqlo terbuat dari bahan yang ramah lingkungan, potongan baju yang rapi, dan memiliki model yang simple tapi terlihat elegan. Berbeda dengan selera orang New York, Amerika yang lebih memilih bahan flowy dan pieces yang berkesan casual chic. Kunci dari gaya New Yorker sendiri adalah penggunaan denim, yaitu fashion khas Amerika Serikat. Kebanyakan orang Asia memilih style yang lebih simple dan rapi, sehingga lebih banyak orang Asia yang membeli Uniqlo.
- Memiliki Saingan Brand yang Kuat
Setiap brand pastinya memiliki saingan, dengan produk yang sama, apalagi fashion. Uniqlo mampu bersaing dengan brand ternama lainnya. Namun, meskipun harga produk Uniqlo terjangkau, orang Amerika lebih menyukai brand lain yang lebih mewah atau berkelas.
- Ciri Khas Jepang yang Unik
Uniqlo memiliki khas fashion Jepang dan berbeda dengan tren yang ada di Amerika, sehingga membuat Uniqlo agak susah beradaptasi dengan tren busana yang ada di Amerika. Kiblat fashion untuk kebanyakan orang Amerika adalah brand-brand mewah dan berkelas ala eropa, seperti Gucci, Chanel, Dior dan masih banyak lagi. Brand-brand tersebut memang berbeda style dan target market dengan Uniqlo.
- Community Engagement
Uniqlo berfokus meningkatkan community engagement dengan konsumen di AS dibanding memperluas pasar. Salah satu strategi yang dilakukan di Indonesia adalah dengan membuka toko di pinggir jalan, untuk mengembalikan komunitas street fashion.
Apa hanya itu strateginya? Oh tentu tidak, ada strategi lain yang digunakan oleh Uniqlo agar selalu memiliki pelanggan setia. Pasti penasarankan apa saja? Check it out!!
- Inovasi
Uniqlo melakukan pembaruan lewat bahan kain yang digunakan, tentunya berbeda dengan brand lain.
- Kualitas dan Fokus Teknologi
Kualitas membuat barang akan sedikit lebih mahal, hal ini akan menyebabkan pertimbangan pelanggan ketika membeli. Akan tetapi, siapa sangka setiap Uniqlo mengeluarkan model terbaru, pasti banyak orang yang menunggu dan tentunya laku keras. Uniqlo menciptakan kain dengan teknologi canggih seperti HearTeach untuk menjaga pemakainya tetap hangat dan tetap nyaman di cuaca panas.
- Fokus Pada Produk Diluar Kompetitornya
Uniqlo berhasil mendapatkan ide brilian untuk setiap produknya. Kok bisa? Yap! Dengan membuat produk yang tidak dilirik oleh kompetitornya menjadi produk yang memiliki nilai jual. Mulai dari baju, celana, outer, dan masih banyak lagi, tentunya tetap diproduksi dengan kualitas tinggi.
- Harga yang Terjangkau dan Target Pasar yang Luas
Uniqlo memiliki harga yang terjangkau dibandingkan berbagai brand sejenis. Sebanyak 30% dari produk Uniqlo dibanderol dengan harga Rp 140 ribu. Target penjualan tidak memandang umur, dari anak kecil, dewasa, kaum milenial, maupun gen Z, pokoknya semua produk ada di Uniqlo!
- Memanfaatkan Kolaborasi dengan Brand
Uniqlo berhasil menarik perhatian dengan berkolaborasi dengan berbagai produk. Kolaborasi dengan siapa sih? Contohnya Marvel, Snoopy, Disney, hingga BT21. Tidak hanya itu, Uniqlo juga pernah berkolaborasi dengan manga dan anime. Tentu saja semua produknya eksklusif dan terjual habis.
Cerdas bukan? Itulah kenapa Uniqlo bisa tetap berdiri dari tahun 1984 hingga sekarang. Selain strategi, dibutuhkan juga kemampuan dan kesabaran dalam membangun setiap toko di berbagai negara. Dengan banyaknya kompetitor, Uniqlo termasuk brand yang berhasil dikenal luas oleh dunia. Mimin penasaran deh, menurut sobat Yumaka apakah strategi di atas bisa diterapkan untuk bisnis sobat?
Referensi :
Nirmala. “Strategi Uniqlo Bangun Brand untuk Jadi Retail Fashion Top Dunia” Diakses pada 31 Oktober 2022. https://hypeabis.id/read/9505/strategi-uniqlo-bangun-brand-untuk-jadi-retail-fashion-top-dunia
Habib. “5 Strategi Bisnis Ini Bikin Uniqlo Jadi Brand Terbesar Ketiga di Dunia” Diakses pada 31 Oktober 2022. https://akurat.co/5-strategi-bisnis-ini-bikin-uniqlo-jadi-brand-terbesar-ketiga-di-dunia
Berliana. “STRATEGI PERSAINGAN BRAND DARI UNIQLO” Diakses pada 31 Oktober 2022. https://www.blj.co.id/2022/08/01/strategi-persaingan-brand-dari-uniqlo/
Belajarlagihq. “Ada alasan menarik kenapa Uniqlo gagal bersaing di Amerika. A thread” Diakses pada 31 Oktober 2022. https://twitter.com/belajarlagihq/status/1585863671632130048?s=24&t=5qX67baYdGc8Kik-kmOh9A
Ayu. “Inilah Perbedaan Gaya Fashion London, New York, Paris, Milan dan Tokyo”. Diakses pada 31 Oktober 2022. https://highend-magazine.okezone.com/read/inilah-perbedaan-gaya-fashion-london-new-york-paris-milan-dan-tokyo-50Ek3X
