Kembang Api Sebenarnya Film Meminta Pertolongan?

Kembang Api Bunuh Diri
Sumber: Google.com
Berdasarkan judul yaitu Kembang Api, jika dibaca sekilas pasti menandakan kebahagiaan, atau tahun yang baru. Namun, tidak dengan film ini. Kembang api disini dijadikan alat untuk mereka bunuh diri. Terdapat 4 orang yang sama-sama merasa putus asa, ingin bunuh diri dan memutuskan untuk mengakhiri hidup bersama-sama, pemimpinnya yaitu Fahmi memiliki ide untuk bunuh diri dengan kembang api karena ia ahli membuat kembang api. Sukma, Raga, dan Anggun adalah anggota grup yang akan mengikuti rencana Fahmi.

Dengan rencana yang matang dan segala persiapan, mereka akhirnya menentukan tempat dan waktunya. Setelah semuanya berkumpul, fahmi langsung menekan tombol agar kembang api itu meledak dan membunuh mereka semua. Udah segitu doang filmnya? Eitss! Tidak! Jangan salah..

Inilah keunikannya, saat mereka mengalami time loop atau pengulangan waktu pada masa tertentu. Mereka terus mengulangi meledakan kembang api berkali-kali, tapi apa yang terjadi? Mereka tetap kembali lagi ke tempat dan waktu yang sama, sampai mereka frustasi. Akhirnya, memutuskan untuk mengobrol satu sama lain membicarakan masalah masing-masing.

Dari Fahmi, ia terlilit hutang karena saat event kembang api ia gagal serta harus mengganti rugi, lalu Raga, ia gagal menyelamatkan pasien saat operasi menimbulkan trauma yang mendalam. Sukma yang mengalami kecelakaan bersama anaknya dan anaknya meninggal dihadapannya. Terakhir adalah Anggun, ia paling muda dalam grup, ia di bully oleh teman sekelasnya sampai dipermalukan.

Seperti yang sobat bisa tebak, pastinya Anggun dicap “mentalnya lemah” karena hanya memiliki masalah yang “kecil” menurut orang-orang yang lebih tua. Awalnya Sukma dan Fahmi hanya mengejek Anggun dan melarang Anggun bunuh diri, tapi ketika diceritakan mereka akhirnya mengizinkan Anggun untuk bunuh diri.

Mereka sempat berdebat, ada perdebatan seru, yaitu saat Fahmi mengatakan ke Anggun “Ah gitu doang, lemah banget, malah milih mati” Anggun menjawab dengan kerasnya “Emangnya kenapa? Yang boleh mati cuma orang tua?” Fahmi menjawab lagi “Kami, orang tua, kami sudah di atas 21 tahun, kami punya masalah berat, sudah bisa berpikir” Anggun menjawab dengan remeh “Oh jadi kalau orang tua boleh mati? Kok bisa lebih lemah orang tua? Katanya udah pernah lewatin masalah kaya gini.”

Mereka semua seketika terdiam dan membisu, sampai Anggun menekan tombol lagi agar kembang apinya meledak, sialnya mereka masih di tempat yang sama. Mereka lelah sudah berkali-kali merasakan sakit yang teramat tapi harus tetap melewati hidup yang menyiksa.

Hingga akhirnya mereka berdiskusi dan berpikir dengan jernih bahwa MATI bukan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah mereka. Mereka memutuskan untuk tetap hidup, dengan saling support satu sama lain. Jadi sebenarnya kita sebagai manusia itu hanya membutuhkan pertolongan dan teman cerita tentunya yang tidak membuat mental kita rusak.

Pesan yang disampaikan disini sangat dalam, kurang lebih untuk orang-orang yang ingin mati dan tidak punya semangat hidup lagi, sobat masih bisa mencari alasan lain untuk hidup, misalnya hal-hal yang sobat suka, seperti makan, menonton film, jajan, belanja, menonton oppa, konser, apapun itu.

Jangan pernah putus asa dan memilih mati, karena nanti juga sobat akan dijemput oleh malaikat jika memang sudah waktunya! Penasaran cerita lengkapnya seperti apa? Cepat nonton di bioskop kesayangan sobat!! Kalau ada yang mau review sekalian juga boleh, komen di kolom komentar atau bisa DM ke Instagram Yumaka @yumakaid atau langsung kesini https://www.instagram.com/yumakaid/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate ยป