Kemarin sempat ramai tentang resesi yang dibahas oleh Pak Jokowi dan beberapa influencer yang mengatakan bahwa dunia akan gelap. Apa maksud dari dunia akan gelap?? Maksudnya adalah gelap dalam bidang ekonomi yang dinamakan resesi.
Resesi adalah penurunan aktivitas ekonomi untuk dua kuartal secara berturut-turut atau lebih. Salah satu tanda negara mengalami resesi adalah penurunan Produk Domestik Bruto (PDB), penurunan keuntungan perusahaan, meningkatkan pengangguran, kenaikan harga, dan melemahnya mata uang (David, Benjamin. Forbes 2022). Kenapa yaaa bisa terjadi resesi??
Menurut artikel dari Forbes Advistor 2022, resesi bisa terjadi karena hal-hal berikut ini.
- Ekonomi shock; ekonomi di Indonesia mengalami penurunan drastis, contohnya pada tahun 1998 yaitu krisis moneter, 2008 yaitu naiknya harga BBM, dan 2020 yaitu terjadinya pandemi COVID-19. Tahun ini kita merasakan dampak dari perang Rusia dengan Ukraina yang menyebabkan beberapa bahan baku yang biasa diimpor dari sana tidak bisa dikirim.
- Hutang; Pada saat 1998 Indonesia memiliki hutang dan meminjam uang kepada bank dunia. Tidak hanya Indonesia, semua negara memiliki hutang kepada negara lain, saling pinjam meminjam.
- PHK; Tentunya untuk menyelamatkan perusahaan diharuskan menyortir beberapa karyawan agar perusahaan masih bisa bertahan. Kenapa dengan cara PHK? Karena perusahaan tidak akan sanggup untuk menggaji seluruh karyawan jika semua harga-harga naik. Otomatis kebutuhan dan segala halnya pun meningkat.
- Terjadi Inflasi; Terjadinya inflasi membuat semua negara mengalami kesulitan untuk membeli sesuatu, maupun menjual sesuatu, karena semua harga mahal. Saat tahun 1990an tidak ada yang membayar pajak, apa hubungannya dengan pajak? Pajak adalah salah satu cara baru untuk tetap mempertahankan negara. Dengan uang dari pajak, kita tidak perlu bergantung kepada APBN negara. Meskipun negara kita mengalami resesi, setidaknya masih bisa bertahan dengan uang tersebut.
Apakah dampak yang dirasakan startup atau lokal brand ketika terjadi resesi?
Beberapa bahan baku akan jadi mahal maupun langka, sulit untuk mengatur pengeluaran, mengurangi barang dan bahan baku yang dijual, daya beli konsumen akan menurun, dan pengurangan karyawan untuk menekan biaya produksi perusahaan.
Buat kamu yang punya bisnis sendiri dari mulai UKM sampai start-up, gausah khawatir selama perputaran ekonomi bisa terus berjalan kita bisa meminimalisir resesi. Sebelum ini semua terjadi kamu jangan khawatir, ini yang bisa dilakukan oleh kamu sebagai bisnis owner.
- Kreatif cari peluang tanpa menjatuhkan brand lain, kamu bisa membuat diferensiasi produk dalam bisnis kamu. Contohnya yaitu bisnis-bisnis yang memiliki dampak kecil dari resesi seperti graphic design, mengajar online, dan digital marketing serta bisnis FnB
- Focus on branding, positioning, pastikan produk kamu menjadi top of mind para customer, selain kamu bisa mencari peluang baru, kamu bisa fokus di perusahaan sendiri dengan memperkuat branding dan juga bikin campaign sosial untuk menarik customer baru ataupun lama. Ketika persaingan semakin ketat, usahakan kita sudah memiliki keunikan sendiri dan pelanggan yang setia di target marketmu, sehingga orang akan memikirkan bisnismu sebagai top of mind.
- Create and maintain loyal customer, membuat campaign atau promo khusus untuk customer lama agar tetap setia dan memilih produkmu, membuat relasi yang baik dengan customer dan membuat konten yang disukai oleh loyal customer. Loyal customer itu penting, mereka akan menyelamatkan kamu saat ekonomi sedang sulit.
- More collaboration, kalau situasi sedang sulit, sebisa mungkin jangan memanfaatkan keadaan orang lain. Sekarang, sudah di era kolaborasi, kita bisa berkolaborasi dengan perusahaan atau bisnis yang memiliki misi serupa agar bisa menunjang eksistensi bersama.
Tetap optimis jangan sedih, semangat kawan! Kalau mau diskusi tentang branding dan public relation bisa banget langsung DM instagramnya ke @yumakaid!! Semoga saja resesi 2023 ini tidak terjadi yaaa, kalau pun terjadi semoga kita semua bisa melewatinya dengan baik.
Referensi : David. “What is a recession” Diakses pada 17 Oktober 2022. https://www.forbes.com/advisor/investing/what-is-a-recession/
