Tim Public Relation Amber Heard Dipecat?

Sumber : google.com

Kemenangan Johnny Depp melawan Amber Heard dalam kasus gugatan pencemaran nama baik salah satunya disebut karena performa aktris itu yang kurang meyakinkan para juri. Ia berniat berbohong soal (Depp) karena dia ada maksud tertentu kepada Depp dan itu yang menjadi kunci dalam persidangan ini. Amber Heard tidak berhasil melewati persidangan dengan kredibilitas yang utuh. Kubu Johnny Depp mempunyai beban pembuktian yang tinggi. Sementara kubu Amber Heard hanya butuh satu bukti dalam satu kesempatan untuk menjadi pematah gugatan Johnny Depp. Sebagai akibatnya, Amber Heard diminta membayar ganti rugi kepada Johnny Depp sebesar US$10,35 juta, lebih rendah dari keputusan juri sebesar US$15 juta karena batasan ganti rugi sesuai hukum Virginia.

Dari persidangan antara aktor Johnny Depp dengan Amber Heard, ada beberapa fakta menarik selama persidangan salah satunya adalah Amber Heard memecat Tim Public Relation (PR)-nya di tengah jadwal persidangan. Amber Heard meninggalkan Tim PR yang lama yaitu Precision Strategies dan menyewa Tim PR lain dari Los Angeles, Shane Communication untuk membantunya dalam menjaga nama baik Amber Heard sendiri.

Pemecatan itu diduga akibat pemberitaan buruk yang bertubi-tubi diterimanya, selama Johnny Depp bersuara di persidangan. Mengetahui kabar pemecatan Tim PR di tengah ketegangan, seorang pakar komunikasi krisis, Lis Smith berpendapat kepada NY Post, “Mengubah tim PR gara-gara pemberitaan utama adalah hal gila.” Menurutnya jika memang Amber Heard yakin benar, dia tidak seharusnya bersikap gegabah dengan pecat Tim PR.

Dari kasus di atas tentang dipecatnya Tim PR Amber Heard, dapat dikaitkan juga dengan Personal Branding seorang artis. Personal branding tak terpisahkan dari aktivitas Public Relations (PR). Kenapa begitu? Karena, membangun personal branding adalah hal yang sangat penting. Mereka cenderung lebih mempercayai orang yang ditampilkan pada iklan. Terutama apabila orang tersebut adalah yang mereka rasa “kenal” (misalnya public figure tertentu atau influencers).

Seorang influencers dengan rekam jejak positif serta memiliki citra yang baik akan lebih mudah mempengaruhi orang lain (terutama generasi muda) dibandingkan dengan perusahaan ternama sekalipun. Banyak HRD dari perusahaan-perusahaan yang sangat mementingkan attitude dan kepribadian si pelamar kerja. Mereka dapat menjelajah Google dengan memasukkan kata kunci berupa nama pelamar lalu melihat rekam jejak digital yang tertinggal di sana. Kepribadian seseorang juga dapat terlihat dari unggahan media sosialnya.

Personal Branding tidak hanya diperlukan oleh perusahaan saja. Personal Branding yang baik dilakukan secara terstruktur dan terencana. Meski demikian dapat juga tumbuh dan berkembang alami. Personal Branding dapat menonjolkan sisi unik seseorang dan membuat seseorang lebih dikenal secara positif. Selain untuk membentuk citra positif diri sendiri, itu juga dapat menaikkan citra baik instansi tempat ia bekerja. Public Relation sebagai jembatan antara lembaga dan masyarakat tak dapat dipisahkan. Hubungan Public Relation dengan instansinya sangat harmonis. Saat Public Relation berhasil dikenal, makan instansi tempat ia bekerja pun akan mendapat sorotan. Sebaliknya, suatu instansi dapat menjadi media Public Relation untuk tumbuh dan berprestasi. Itulah mengapa Public Relation penting dalam Personal Branding ataupun Branding. Itulah pembahasan mengenai dipecatnya Tim PR Amber Heard dan juga kaitannya PR dengan Personal Branding. Kalau kamu masih bingung dan berkenan untuk diskusi bersama Yumaka, kalian boleh mampir dan tanya-tanya ke Instagram @yumakaid.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »