KKN di Desa Penari Nyata atau Fiksi? Cari Tahu Yuk!

Sumber: Google.com

KKN di Desa Penari nyata atau fiksi sih?

Cerita KKN di Desa Penari yang pernah diceritakan oleh Simple Man diaptasi menjadi sebuah film layar lebar yang dirilis 30 April 2022 setelah ditunda selama 2 tahun karena pandemi.

Namun apakah kisah KKN di Desa Penari nyata atau fiksi belaka?

Simple Man merupakan penulis cerita KKN di Desa Penari berdalih bahwa cerita tersebut adalah kisah nyata. Pengguna akun Twitter bernama Simple Man itu menulis cerita  berseri sejak 24 Juni-27 Juli 2019.

Akun tersebut menjelaskan kejadian yang dituliskannya berdasarkan kisah nyata mahasiswa KKN di sebuah desa terpencil yang disebutnya Desa Penari. Namun meskipun berdasarkan kisah nyata, beliau tidak mau menyebutkan lokasi dimana kejadian tersebut begitu juga dengan nama-nama mahasiswa KKN yang disamarkannya.

Kisah ini menjadi viral karena banyak yang terkesima dengan kisah mistis yang dialami oleh para mahasiswa tersebut dan kemudian dilirik oleh produser untuk diangkat ke layar lebar.

Kisah Nyata KKN di Desa Penari

Cerita mistis ini dimulai ketika sekelompok mahasiswa yang hendak melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa bernama Desa Penari. 6 orang mahasiswa menggelar KKN di Kota B, Jawa Timur pada 2009 akhir. Mereka merupakan mahasiswa angkatan 2005/2006 dari sebuah perguruan tinggi di Kota S. Disebutkan bahwa mahasiswa tersebut bernama Nur, Ayu, Widya, Anton, Bima, dan Wahyu.

Ternyata desa yang dipilih untuk lokasi KKN tersebut bukanlah desa biasa. Karena saat 6 orang mahasiswa tersebut mengunjunginya mereka sudah mengalami pengalaman mistis. Bahkan kepala desa di Desa Penari, Pak Prabu sudah melarang mahasiswa untuk melewati batas gapura yang telah ditetapkan. Sayangnya seiring berjalannya waktu, terror makhluk gaib di Desa Penari tersebut mulai dirasakan oleh sekelompok mahasiswa tersebut.

Nur yang memiliki seorang ‘Pelindung’ makhluk halus dalam dirinya mengetahui bahwa terdapat dua orang diantara mereka yang melanggar pantangan tersebut. Bahkan seorang yang memiliki kemampuan mistis, mengatakan bahwa diantara para mahasiswa tersebut telah melakukan perbuatan yang melanggar aturan dan hal tersebut berbuah fatal.

Seabrek hal mistis yang ada di desa tersebut justru berujung tragedi setelah dua diantara mereka melakukan pelanggaran. Ayu, Bima, dan Widya terlibat dalam sebuah cinta segitiga. Bima dan Ayu melakukan perzinaan meski dalam hati Bima ingin memiliki Widya.

Tidak sampai situ, Bima juga berusaha memelet Widya dengan sebuah gelang yang didapatnya dari sosok perempuan (makhluk gaib yang berwujud seorang penari cantik jelita) yang berada di sebuah lereng petilasan. Sedangkan Ayu menyimpan kain selendang sang penari berwarna hijau agar bisa mengambil hati bima.

Tabir kegelapan di kampung tersebut perlahan terbongkar setelah Bima dan Widya tiba-tiba hilang. Sedangkan Ayu tak sadarkan diri.

Menurut Pak Prabu, Ayu dan Bima telah lancang memilih tempat untuk menjalankan program kerjanya. Yakni di sebuah lereng yang dikeramatkan warga desa. Tepat di samping lereng ada tapak tilas. Tempat penduduk Desa tersebut mengadakan pertunjukan tari. Bukan untuk manusia namun untuk jin hutan.

Dengan bantuan tetua desa, Mbah buyut, Widya dan Bima ditemukan. Namun sayang nyawa Bima sudah tidak bisa kembali menyatu dengan tubuhnya. Ayu juga kemudian meregang nyawa dalam upaya penyembuhan yang mengharuskannya dibawa ke luar Pulau Jawa.

Simple Man mendapatkan cerita tersebut dari pengakuan wanita yang tidak mau disebut namanya. Hingga kini netizen masih dibuat bingung tentang keaslian dari kisah KKN di Desa Penari.

Banyak orang yang menduga dengan berspekulasi mengenai lokasi KKN dari ke-6 mahasiswa ini. Para warganet pun menduga bahwa lokasi tersebut berada di Kabupaten Banyuwangi yang terletak diujung timur Provinsi Jawa Timur.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »